Italia Incar Pasar Fesyen Muslim

PebisnisMuslim.Com, Turin - Pemerintah Italia tengah berbenah menyambut pasar Muslim yang makin berkembang di tingkat global.
Sebuah pertemuan yang mengundang para pemilik merk fesyen ternama diadakan di Turin baru-baru untuk melihat tantangan dan peluang sektor ekonomi Islam tingkat global.

Diperkirakan, tingkat konsumsi Muslim untuk fesyen saja mencapai 266 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun pada tahun 2013. Jumlah ini mewakili 11,9 persen dari total konsumsi fesyen di tingkat global.
Jika diibaratkan sebuah negara, maka akan menempati peringkat ketiga setelah Amerika dan Cina. Pada tahun 2019, jumlah itu diperkirakan akan naik mencapai 488 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6,6 triliun.

Dilansir dari muslimvillage.com, Senin (10/8), negara dengan tingkat konsumsi komoditas Muslim teratas adalah Turki (39,3 miliar dolar AS), Uni Emirat Arab (22,5 miliar dolar AS), Indonesia (18,8 miliar dolar AS), dan Iran (17,1 miliar dolar AS). Dengan sebagian besar tingkat konsumsi ada pada sektor fesyen, industri ini diyakini akan berkembang pesat.

Namun, segmen pasar dunia Muslim yang terfragmentasi di negara-negara yang berbeda ini menciptakan satu tantangan tersendiri. Karena itu, pertemuan di Turin menggulirkan beberapa isu kunci, termasuk pemetaan dan identifikasi pasar dunia Muslim.

"Dulu ekonomi Islam dianggap hanya terdiri atas lembaga keuangan syariah dan makanan halal. Kenyataannya, ekonomi Islam mencakup semua sektor ekonomi," kata CEO DIEDC Abdulllah Al Awar.
Sementara, Wali ota Turin Piero Fassino juga menyatakan apresiasinya terhadap pertemuan ini.

Temuan-temuan penting dari konferensi meja bundar di Turin ini rencananya akan dibawa ke Global Islamic Economy Summit di Dubai, 5-6 Oktober mendatang. Pertemuan dua hari di Dubai itu akan fokus pada upaya meningkatkan keberhasilan produk dan layanan dalam sektor ekonomi Islam.
Sumber: ROL
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar