Mahasiswa Didorong Gerakkan Inkubator Bisnis Berbasis Pesantren

PebisnisMuslim.Com, Depok -  Sekjen Muslim Information Technology Association (MIFTA) Asih Subagyo mendorong mahasiswa untuk menggerakkan inkubator bisnis berbasis jaringan seperti yang mulai digeluti pondok-pondok pesantren yang terbukti sangat potensial.
Hal itu dikatan Asih Subagyo dihadapan ratusan mahasiswa saat menjadi narasumber Studium General Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu.
“Pesantren dengan membangun inkubator bisnis menjadi Solusi mengatasi langkanya lapangan kerja. Ini kemudian nanti digerakkan oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, seperti di STIE Hidayatullah ini,” kata Asih.
Asih menyebutkan, merujuk pada data riset terakhir, populasi kelas menengah Muslim di Indonesia ad sekitar 112 juta orang dengan nilai pasar Rp112 triliun per bulan. Hal ini menurut Asih menunjukkan bahwa pasar untuk komunitas Muslim saja masih sangat menjanjikan.
Gejala itu, lanjut Asih, juga menunjukkan adanya tren yang bagus mengenai potensi demand terhadap konsumsi berbasis syariah.
“Maksudnya bahwa pesantren harus memulai atau memacu inkubator bisnis, selain itu mengembangkan koperasi dan bisnis termasuk Baitul Maal Wattamwil,” imbuhnya.
Asih menjelaskan, inkubator bisnis yang diselenggarakan oleh kampus-kampus pondok pesantren nantinya menjalankan program pembinaan wirausaha dan melakukan pengembangan usaha kecil menengah seperti penyelenggaraan koperasi dan unit usaha kemitraan lainnya.
“Dengan begitu, tenant atau pengguna jasa tidak perlu capek-capek mencari sumber daya penggerak. Mereka tinggal datang saja ke pesantren, SDMnya sudah siap pakai yang tidak saja cakap profesi tapi juga cakap moral,” imbuhnya.
Lebih jauh dipaparkan Asih, sudah saatnya umat berdiri di atas kaki sendiri yang tidak melulu tergantung dengan produk asing yang belum tentu jelask kehalalan dan kebaikannya. Karena itu, hal-hal yang mungkin dilakukan untuk melawan ketergantungan itu adalah membangunhome industry.
Tidak itu saja, kata Asih, menghindari mengkonsumsi produk asing dan membiasakan konsumsi produk sesama Muslim merupakan ikhtiar yang perlu digalakkan untuk membangun kemandirian tersebut.
“Libatkan masyarakat sekitar pesantren dan kampus sebagaii bagian dari pengembangan ekomomi, selain membangun jaringan bisnis antar pesantren,” ujarnya.
Potensi ekonomi jaringan bisnis antar pesantren masih sangat menjanjikan apalagi didukung oleh sebaran pondok pesantren di tanah air yang cukup merata. Disebutkan Asih, pendataan pondok pesantren tahun 2011-2012 mencatat sedikitnya ada 27.230 Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah santri pondok pesantren secara keseluruhan adalah3.759.198 orang santri.
“Ini tentu potensi jaringan luar biasa yang sangat menarik untuk digarap,” pungkas Asih.
Sementara itu, Vice President Head of Area Syariah II Yaya RC Pujiharto, pada kesempatan yang sama mengatakan lingkungan menentukan orang akan menjadi apa. Artinya, kata dia, mahasiswa yang mengondisikan diri sejak awal menjadi entrepreneur dan berwirasaha, maka tidak mustahil hal tersebut akan terwujud.
Namun dia mengingatkan, mahasiswa harus menanamkan di benaknya untuk menjadi trendsetternya. Bukan sekedar pekerja atau follower. Hal ini pula yang ia akui selalu ditanamkan kepada anak-anaknya.
“Saya sering berguyon dengan anak. Saya tanya, buat apa sih jadi bankers, jadi dokter. Seharusnya kan jadi pemilik rumah sakitnya, miliki perusahannya. Itu motivasinya,” imbuhnya.
Yaya mengatakan, sudah saatnya generasi muda khususnya mahasiswa didorong menjadi player utama, akhirnya menjadi pemain, bukan penonton apalagi pengkhayal. Dia menegaskan yang dibutukan ke depan bukan semata SDM yang cakap, tapi juga yang berintegritas sebagaimaa ciri yang disebutkan Nabi; shidiq, tablig, amanah, dan fathanah.
“Kalau bisa, besarkan bisnis menjadi sebuah konglomerasi. Tapi untuk ke sana, menurut saya, kita harus memiliiki support lembaga keuangan. Ini yang dimilili oleh perusahaan-perusahaan besar dan belum banyak disadari umat Muslim,” pungkas dia.
Sumber: Hidayatullah
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar