Gagas Ekonomi Ummat, H Ahmad Rusni Sabet Indonesia Award

Mataram – Konsistensi H. Ahmad Rusni dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi di pentas nasional. Kali ini pendiri Rusni Foundation tersebut mendapatkan penghargaan Indonesian Awards 2017.
Anugerah ini diberikan oleh jaringan media MNC Group. Penyerahan award rencananya akan dilakukan di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Pusat 31 Oktober 2017 mendatang.

“Saya tidak menyangka, kalau gagasan saya tentang Ekonomi Ummat Berbasis Syariah ini mendapat penghargaan yang besar,” kata Rusni kepada media di kediamannya Jalan Lingkar Selatan Mataram (18/9) kemarin.

Rusni menceritakan, konsep ekonomi ummat berbasis syariah yang diusungnya berangkat dari pelajaran berharga yang dipetik dari runtuhnya sistem perekonomian komunis di akhir dekade 80 an.  Selepas itu sistem kapitalis banyak disanjung sebagai sistem perekonomian terbaik. Namun rupanya kapitalisme tak sepenuhnya menyelesaikan masalah.

“Jumlah penduduk maupun negara miskin bertambah,” ungkapnya.

Dari kasus ini Rusni mengambil hipotesa bahwa sistem kapitalisme tak sepenuhnya berjalan baik untuk mensejahterakan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang. Hal inilah yang kemudian membuatnya mengusulkan “jalan tengah” dengan merumuskan tentang ekonomi keumatan berbasis syariah.

Menurutnya pondasi Ekonomi Keummatan itu akan dimulai dari NTB untuk kemudian ditularkan ke daerah lainnya di NTB. Pemilihan NTB ini sebagai titik awal berangkat dari kepedulian tentang kondisi NTB saat ini yang belum sepenuhnya mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Saat ini Ekonomi Keumatan  ala H. Ahmad Rusni itu sudah merambah ke lebih dari 698 lokasi di NTB, Sementara di tingkat kelurahan dan desa Rusni Fondation membentuk  koordinator yang disebut Korlu. Kemudian pengurus kecamatan disebut Kazon (Kepala Zona) yang berjumlah 116 orang di masing-masing kecamatan di NTB. langkah berikutnya akan dibentuk adminnya dan menjalin kerjasama dengan  perbankan.

Melalui program itu masyarakat akan dimudahkan dengan perbelanjaan menggunakan system ngebon atau berhutang (bayar belakangan). Barang yang disiapkan berupa kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak, gula dan lain-lain. Disamping itu masyarakat akan mendapatkan harga yang relatif  lebih murah mendekati harga distributor atau di bawah harga pasar. Pedagang kecil akan diakomodir sebagai partner untuk menjajakan barang yang akan disalurkan ke masyarakat

“Jadi tidak ada yang dirugikan,” kata Rusni

Bahkan ke depan Rusni berencana membangun pabrik pupuk agar masyarakat tani di NTB mendapatkan suplai dengan harga yang lebih terjangkau. []
Sumber: Kicknews Today
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar