Ditopang UNTR & ASII, Indeks Saham Syariah Berbalik Menguat


 JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), berbalik menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (8/8/2018).
JII menguat 0,12% atau 0,81 poin ke level 667,34 pada akhir sesi I, setelah dibuka melemah 0,30% atau 2,02 poin di level 664,50. Begitu juga pada perdagangan Rabu (8/8), JII ditutup melemah 0,38% atau 2,54 poin di level 666,53.
Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menguat 2,91% menjadi penopang utama terhadap penguatan JII siang ini, diikuti saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 0,67%.Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I hari ini, indeks syariah bergerak pada level 664,50-668,82. Sebanyak 14 saham menguat, 13 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 30 saham yang diperdagangkan.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah tipis 0,05% atau 3,35 poin ke level 6.091,48 pada akhir sesi I. Padahal, indeks sempat bergerak positif hingga menyentuh level 6.105 setelah tergelincir saat dibuka turun  0,17% atau 10,08 poin di level 6.084,83.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif pada level 6.083,22 – 6.105,92.
Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 172 saham menguat, 165 saham melemah, dan 261 saham stagnan dari 598 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di teritori negatif dengan tekanan utama sektor tambang (-0,52%) dan konsumer (-0,27%). Sektor aneka industri yang menguat 0,73% memimpin koreksi di antara empat sektor lainnya.
Adapun pada perdagangan Rabu (8/8), IHSG mampu rebound meski berakhir dengan kenaikan tipis 0,06% atau 3,58 poin di level 6.094,83.
Saham-saham indeks syariah yang menguat (9/8/18):
UNTR
+2,91%
ASII
+0,67%
PGAS
+4,28%
BRPT
+5,22%
Saham-saham indeks syariah yang melemah (9/8/18):
TLKM
-1,13%
TPIA
-1,41%
INTP
-2,17%
ADRO
-1,76%
 Sumber: Bisnis.com
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar