Masterplan Ekonomi Syariah Libatkan Ahli

JAKARTA -- Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan akan segera menyelesaikan peta jalan syariah Indonesia akhir tahun ini. Hal ini bertujuan agar implementasi rencana dari berbagai pihak bisa lebih terkoordinasi dan terarah di masa depan.

Deputi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Pungky Sumadi menyampaikan peta jalan syariah yang dimaksud adalah masterplan ekonomi syariah. Penyusunannya akan melibatkan konsultan dan ahli.

"Kita akan mau rekrut konsultan dan ahli untuk ini, insya Allah diharapkan memang diusahakan selesai akhir tahun ini juga," kata dia pada Republika.co.id, Rabu (19/9).

Menurutnya, isi masterplan masih belum ditentukan. Namun, pembahasan dan bahan-bahan yang diperlukan sudah ada sehingga bisa dikebut untuk diupayakan selesai di akhir tahun. Tim hanya tinggal merekrut ahli.

"Karena proses pemikirannya sudah selesai tiga bulan lalu sehingga kita putuskan untuk pakai konsultan ahli," kata anggota Sekretariat KNKS ini.

Pengamat ekonomi syariah, Irfan Syauqi Beik menyarankan roadmap atau masterplan syariah yang dikembangkan Bappenas perlu komperhensif. Artinya menyeluruh untuk semua sektor, mulai dari sektor riil, keuangan dan ziswaf.

Fokus memang perlu tapi harus di semua sektor karena ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Misal di sektor riil, pemerintah bisa fokus di industri halal karena Indonesia sudah memiliki potensi kuat di dalamnya.

Sumber daya di bidang ini sudah mumpuni seperti di potensi pariwisata dan kuliner halal. "Kita bisa fokus di area yang memang kita sudah punya potensi besar di sana," kata Irfan saat dihubungi.

Kemudian di sektor keuangan, pemerintah bisa secara paralel menguatkan bidang yang membawa lebih banyak manfaat dan efisiensi seperti keuangan digital. Fokusnya untuk hal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan adaptif dengan masa kini.

"Bisa meningkatkan efisiensi bisa juga mengurangi biaya mahal, ini tentang bagaimana kita fokus meningkatkan efisiensi dan bisa memenuhi kebutuhan keuangan," katanya.

Satu sektor lagi, ziswaf sudah jelas bisa dioptimalkan. Beragam inovasi kini sedang dikembangkan dengan harapan bisa menambah pemahaman masyarakat pada pengelolaan zakat wakaf secara modern dan meningkatkan peran ekonomi syariah dalam pembangunan sosial.

"Semuanya harus berbarengan agar dapat menghasilkan hasil yang optimal," katanya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar