Ingin Berhenti Menjadi Nasabah Kartu Kredit? Begini Caranya

Jakarta ~ Bagi sebagian orang memiliki kartu kredit merupakan kebutuhan yang bisa memberikan keuntungan. Tidak bisa dimungkiri, beragam fasilitas kartu kredit, mulai dari penawaran diskon hingga fasilitas tarik tunai, bisa membuat pemiliknya gelap mata.
Walaupun kartu kredit memberikan banyak keuntungan kepada nasabah, ada juga kekurangan kartu kredit sehingga konsumen ingin menutup kartu kredit. Seperti dua sisi mata uang, apabila Anda tidak bisa menggunakannya dengan bijak, maka kartu kredit akan menjadi jebakan bagi pengelolaan keuangan Anda.
Nah, bagi Anda yang ingin terjebak dan ingin berhenti menjadi nasabah kartu kredit, lima tips berikut ini bisa menjadi solusi bila Anda.
Lunasi tagihan kartu kredit Anda
Niatkan untuk mulai melunasi utang kartu kredit yang Anda miliki sekarang juga. Jangan berpikir dua kali untuk menunda-nunda pembayaran, apalagi dengan cicilan minimum. Semakin cepat lunas, semakin cepat Anda merdeka dari utang.
Hubungi bank penerbit kartu kredit
Telepon bank penerbit kartu kredit Anda, jangan katakan alasan apapun tentang keputusan Anda untuk berhenti. Semakin banyak Anda mengemukakan alasan, semakin banyak informasi yang digunakan oleh pemasar kartu kredit untuk membujuk Anda supaya tidak berhenti menjadi nasabahnya.
Tolak semua penawaran dari pemasar kartu kredit
Jika Anda ditawari berbagai beragam penawaran diskon, fasilitas bonus dari akumulasi poin, serta berbagai kemudahan lainnya, katakan saja Anda tidak membutuhkannya. Penawaran-penawaran tersebut akan mengalihkan perhatian Anda.
Mengatakan “tidak butuh” kepada tenaga pemasar kartu kredit jauh lebih efektif daripada “tidak tertarik”. Tidak butuh adalah keputusan final sedangkan “tidak tertarik” berarti masih ada peluang bagi tenaga pemasar untuk membujuk Anda.
Dengarkan saja pembicaraan tenaga pemasar kartu kredit, jangan disela atau dipotong
Jangan potong pembicaraan dari tenaga pemasar kartu kredit, dengarkan saja. Di akhir pembicaraan ketika mereka meminta pendapat Anda dengan kalimat “Bagaimana, Pak?” jawablah dengan kalimat tegas. “Terima kasih penjelasannya, tetapi saya tetap pada keputusan saya untuk berhenti”.
Potong percakapan Anda dengan kalimat ampuh
Senjata terakhir adalah dengan mengatakan “Maaf, saya ada keperluan mendesak yang harus diselesaikan sekarang juga, terima kasih”.
Ingatlah, tenaga pemasar kartu kredit adalah karyawan yang menjalankan tugasnya. Tetaplah bersikap simpatik dan ramah, namun tegas. Semoga lima tips di atas bisa membantu Anda untuk berhenti menjadi nasabah kartu kredit. Selamat mencoba! 
Sumber: Sharianews
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar