Jutaan Orang Menganggur, Pejabat Fed Bilang Amerika Serikat Resesi

Amerika Serikat resesi. Berapa lamanya tergantung pada perjalanan pandemi virus yang masih bisa membunuh ratusan ribu orang Amerika dan sebagian besar negara yang mengunci diri untuk memperlambat penyebaran infeksi.

"Seberapa cepat ekonomi terbesar dunia akan pulih? Tergantung pada seberapa banyak bantuan yang diberikan pemerintah dan seberapa efektif bantuan dapat digunakan untuk membendung jutaan orang yang kehilangan pekerjaan," kata Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, dalam pertemuan webcast town hall, dikutip Reuters, Jumat (3/4/2020).

Pada masa resesi dunia 2008, kata Kashkari, ketika jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan, butuh lebih dari satu dekade untuk menyatukan kembali pasar tenaga kerja. "Saya sangat senang tindakan pemerintah federal dan negara bagian difokuskan pada upaya menjaga pekerja tetap dalam pekerjaan mereka," katanya.

Kashkari merujuk pada Program Perlindungan Paycheck baru senilai US$350 miliar. Program ini diluncurkan untuk memberikan hibah kepada pelaku usaha kecil agar pekerja mereka tetap mendapatkan upah. Program ini merupakan bagian penting dari paket penyelamatan virus corona senilai US$2,2 triliun yang disahkan Kongres, dua pekan lalu.

Dalam beberapa minggu terakhir, 10 juta orang Amerika mengajukan asuransi pengangguran, sebuah gambaran yang menurut Kashkari mengejutkan dan amat mengganggu. Istrinya, yang bekerja di perusahaan manajemen perjalanan korporasi, adalah di antara mereka yang baru saja menganggur.

Menurut Kahskari, jika karyawan tetap pada pekerjaan sebelumnya, proses pemulihan bisa lebih cepat karena perusahaan akan dapat memulai kembali dengan cepat. Jika bisnis tidak bisa dibuka lagi dan tidak dapat mempertahankan karyawan dalam daftar gaji, "Anda akan melihat gelombang ribuan perusahaan mengalami kebangkrutan dan itulah yang akan mengarah pada pemulihan yang jauh lebih dangkal dan jauh lebih lama," katanya.

Sebelumnya, Presiden Fed, Dallas Robert Kaplan, mengatakan kepada CNBC bahwa ia sepakat ekonomi sudah dalam kontraksi parah. Dia meramalkan, tingkat pengangguran pada kelompok remaja golongan rendah maupun pertengahan meningkat.

Tingkat pengangguran 15% berarti 24 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan. Pada Februari lalu, tingkat pengangguran 3,5% dan memuncak menjadi 10% selama Resesi Hebat.

Dia memperkirakan tingkat pengangguran turun menjadi sekitar 8% pada akhir tahun. "Akan butuh waktu bagi kami untuk menyelesaikannya," katanya.

Upaya penyelamatan ekonomi, termasuk paket US$2,2 triliun yang telah disahkan, sangatlah penting. "Tetapi harus ada lebih banyak lagi kebijakan fiskal," katanya. []

Sumber: Warta Ekonomi

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar