CWLS Optimalisasi Pengembangan Wakaf Produktif

JAKARTA -- Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) atau wakaf sukuk berpotensi menjadi skema baru yang dapat menggerakkan wakaf produktif di Indonesia. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Muhammad Fuad Nasar menyampaikan, kondisi wakaf di Indonesia kurang diproduktifkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.

"Padahal seharusnya wakaf bisa berdaya guna untuk mengangkat kemiskinan masyarakat, tidak hanya untuk kegiatan religius saja," katanya dalam sebuah webinar, Senin (31/8).

Selain mayoritas belum masuk skema wakaf produktif, penghimpunannya pun belum optimal sesuai potensinya. Padahal, Indonesia memiliki nazir wakaf terbanyak di dunia, dengan ribuan nazir wakaf perorangan, 248 nazir wakaf uang, 21 lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKSPWU), serta 539 organisasi pengelola zakat.

Ia menyebut, seharusnya dengan membuka kantor organisasi pengelola ziswaf di suatu daerah maka pintu kemiskinan di daerah itu akan tertutup. Peran wakaf perlu terus ditingkatkan untuk pengurangan angka kemiskinan dalam program-program wakaf produktif.

Fuad menyebut, CWLS merupakan salah satu produk wakaf produktif yang saat ini terus dikembangkan. Setelah diterbitkan dalam seri sukuk wakaf SW-001, Kementerian Keuangan akan meluncurkan lagi seri kedua untuk ritel.

"Ini menjadi upaya negara dalam memfasilitasi perkembangan wakaf yang bisa mendukung program pembangunan nasional, penguatan ekonomi.

Salah satu skema CWLS yang tengah dikembangkan adalah program pembangunan ekonomi di Aceh. Mandiri Syariah akan mendukung program wakaf produktif melalui CWLS Aceh. Direktur Distribution and Sales Mandiri Syariah Anton Sukarna mengatakan, CWLS ini merupakan program sukuk pertama pertama untuk Mandiri Syariah.

"Sekaligus sinergi perdana dengan Kementerian Keuangan dan nazir wakaf BSM Umat dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran wakaf uang melalui CWLS," kata Anton.

Dalam penerbitan CWLS Aceh ini, Mandiri Syariah berkolaborasi dengan Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) sebagai nazir atau penerima wakaf sekaligus pengimplementasi dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Aceh sebagai inisiator program. 

Ia mengatakan, Mandiri Syariah ingin memberikan kesempatan kepada para nasabah untuk bertransaksi sekaligus beramal dan berbagi melalui skema CWLS. Dalam kolaborasi ini Mandiri Syariah menjadi penyedia layanan penerimaan wakaf uang melalui Mandiri Syariah Mobile dan platform Jadiberkah.id.  

Nasabah atau calon wakif sudah dapat menyalurkan dana wakaf untuk program ini mulai dari sekarang hingga Oktober 2020. Untuk selanjutnya nasabah akan mendapatkan akta ikrar wakaf dan sertifikat wakaf uang bagi nasabah yang berwakaf minimal Rp 1 juta.

Bagi nasabah yang memilih wakaf uang sementara atau temporer, akan menerima dana wakafnya kembali setelah tiga tahun sesuai dengan jangka waktu jatuh tempo sukuk dari pihak nazir. Tak hanya itu, nasabah pun akan menerima laporan secara berkala terkait progres program pemberdayaan masyarakat Aceh.

"Sehingga, nasabah akan mengetahui sejauh mana dana wakaf ini dapat dirasakan manfaatnya," katanya.

Anton berharap melalui sukuk wakaf ini Mandiri Syariah dapat turut berkontribusi menyukseskan program pemerintah khususnya pengembangan ekonomi Provinsi Aceh. Dari sisi nasabah, selain aman dan bebas risiko karena dijamin negara, dana pokok wakaf akan kembali saat jatuh tempo.  []

Sumber: Republika
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar